Kamis, 05 Februari 2009

BKM : Rezeki Nomplok Menjelang Liburan

Sabtu (24/1) kantor kepala bagian kemahasiswaan mendadak dikerubuti ratusan mahasiswa. Bukan untuk protes, alih-alih unjuk rasa, ratusan mahasiswa ini hendak mengambil angpao alias duit dalam amplop senilai 500 ribu rupiah. Setelah menanti berbulan-bulan dana bantuan khusus mahasiswa ( BKM ) akhirnya cair juga.
Ada sekitar empatratusan mahasiswa UMM yang mendapatkan dana BKM, sebelumnya mereka telah mengajukan diri untuk mendapatkan dana ini. Proses pengambilan dana bagi yang namanya tercantum sebagai penerima dana BKM cukup mudah, tinggal membawa dua lembar foto copi KTM, tanda tangan dan membayar infaq 500 rupiah.

Bapak Muh.Hakim, SH mewakili bagian kemahasiswaan mengungkapkan bahwa dana BKM bukanlah bea siswa, sifatnya lebih merupakan bantuan kepada mahasiswa yang kurang mampu.

Sementara itu di kalangan aktivis dana BKM cukup mengundang pro dan kontra sebagaimana dituturkan Malik Salman, wakil presiden mahasiswa, menurutnya pembagian dana BKM tidak tepat sasaran, itu terjadi karena proses yang tidak selektif dalam menentukan siapa yang mampu dan siapa yang kurang mampu dalam urusan financial.” Tentu, uang itu akan mubadzir jika diberikan kepada mereka yang sebenarnya mampu secara financial “ kata Salman. “ dan dalam pembagian BKM sekarang ini indikasi BKM diberikan kepada yang tidak berhak sangat mencolok “ tambah Salman.

Lebih jauh lagi jika dikaitkan dengan isu politis, menurut salman BKM tidak ubahnya suap terhadap kalangan mahasiswa yang selama ini terkenal lantang menentang kebijakan pemerintah. Salman juga mempertanyakan ikhwal kenapa BKM baru diturunkan sekarang, disaat Pemilu hampir datang.” Nuansa politis cukup kental dalam pembagian dana BKM ini “ ungkap Salman.



2 komentar:

Anonimmengatakan...

sepakat,bkm itu suap bg mhsiswa

Anonimmengatakan...

yang dapat BKM,,,bagi dong...!!!

Posting Komentar

Posting Komentar

 
© free template by Blogspot tutorial